Laman

Jumat, 23 Juli 2010

Ciuman KD-Raul Dilaporkan Ke Polda Metro Jaya

Ciuman Krisdayanti-Raul Lemos di hadapan media memicu polemik berkepanjangan. Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) HAJAR Indonesia melaporkan perbuatan mereka ke Sentra Pelayanan Kepolisian (SPK) Polda Metro Jaya, Jumat (23/7/2010).

                    Krisdayanti-Raul|Foto: Galih W Satria CnR
Krisdayanti-Raul|Foto: Galih W Satria CnR
JAKARTA –CnR/OMG- Ciuman Krisdayanti-Raul Lemos di hadapan media memicu polemik berkepanjangan. Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) HAJAR Indonesia melaporkan perbuatan mereka ke Sentra Pelayanan Kepolisian (SPK) Polda Metro Jaya, Jumat (23/7/2010).
Pengaduan disampaikan Yaser Arafat, yang mengaku berprofesi sebagai pengacara dan Anggota LSM Hajar. "Meluruskan bahwa perbuatan seperti itu merupakan perbuatan kesusilaan, apalagi menggunakan media cetak dan elektronik. Kita melaporkan (Krisdayanti-Raul Lemos) atas dugaan tindak pidana. Setiap warga negara berhak melaporkan adanya tindak pidana," kata Yaser.
Menurutnya Krisdayanti dan Raul diduga melakukan tindak pidana kesusilaan seperti diatur pasal 281 Junto 28 KUHP, Junto pasal 1 ayat 1, Junto pasal 32 Undang-Undang 44 tahun 2008 tentang pornoaksi. "Yang kita laporkan adalah tindak pidananya, pengembangan polisi untuk menerapkan pasal mana, itu adalah kewenangan polisi," terang Yaser. Ia menambahkan Raul-Krisdayanti bisa diancam dengan hukuman dua tahun lebih. Apalagi dengan Undang-Undang pornografi sampai di atas lima tahun.
Yaser menambahkan, ciuman Krisdayanti dan Raul Lemos adalah tindakan kesusilaan. "Mereka sudah jelas mempertontokan adegan ciuman. Kita sebagai bangsa Timur seharusnya tidak demikian, penuh dengan etika, moral, dan kesopanan. Tidak perlu mempertontokan hal seperti itu. Kalu cuma menunjukan cincin, okelah. Tapi, jangan mempertontonkan adegan ciuman, karena itu merupakan tindakan kesusilaan, "tambahnya.
"Ini bukan sebagai ancaman buat KD, kita hanya ingin dia mengerti bahwa tindakan itu tidak perlu dilakukan karena ada unsur pidananya. Dia harus sadar efeknya seperti apa, karena dia public figure," tandas Yaser. (Fiyan).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar